Istilah sistem merupakan istilah dari bahasa yunani system yang artinya adalah himpunan bagian atau unsur yang saling berhubungan secara teratur untuk mencapai tujuan bersama.
Pengertian sistem menurut
Wikipedia indonesia adalah sistem berasal dari bahasa Latin (systēma)
dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama
untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering
dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model
matematika seringkali bisa dibuat.
Definisi
sistem menurut para ahli :
- L. James Havery. Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
- John Mc Manama. Menurutnya sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien.
- C.W. Churchman. Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.
- J.C. Hinggins. Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.
- Edgar F Husedan James L. Bowdict. Menurutnya sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan.
- Ludwig Von Bartalanfy. Menurutnya sistem adalah seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatuantar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
- Anatol Raporot. Menurutnya sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.
- L. Ackof. Menurutnya sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yangterdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.
- Menurut M.J Alexander dalam buku Information System Analysis : Theory and Application, sistem merupakan sekelompok elemen-elemen baik fisik maupun non-fisik yang menunjukkan suatu kumpulan saling berhubungan dan berinteraksi menuju tujuan, atau sasaran sebuah sistem.
- Indrajit (2001: 2) mengemukakan bahwa sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsure keterkaitan antara satu dengan lainnya.
- Jogianto (2005: 2) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
- Menurut Murdick, R.G, (1991 : 27) Suatu sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau procedure-prosedure/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energy dan/atau barang.
- Menurut Jerry Futz Gerald, (1981 : 5) Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaika nsuatus asaran yang tertentu.
- Menurut Davis, G.B, (1991 : 45 ) Sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.
- Menurut Dr. Ir. Harijono Djojodihardjo (1984: 78) “Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara cirri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.”
- Menurut LaniSidharta (1995: 9), “Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama”.
Definisi Sistem Basis Data dan Komponen Utamanya
Pengertian Sistem Basis Data
Sistem Basis Data merupakan
sekumpulan basis data dengan para pemakai yang menggunakan basis data secara
bersama-sama, personil yang merancang dan mengelola basis data, teknik-teknik
untuk merancang dan mengelola basis data, serta sistem komputer yang
mendukungnya.
C. J. Date
menyatakan bahwa sistem basis data dapat dianggap sebagai tempat untuk
sekumpulan berkas data yang terkomputerisasi dengan tujuan untuk memelihara
informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan.
Menurut
Connolly, Sistem Basis Data adalah
kumpulan program aplikasi yang berupa sistem penyimpanan yang berinteraksi
dengan basis data.
Menurut
Date, sistem Basis Data adalah
sistem penyimpanan record yang terkompurisasi.
Dari
definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Sistem
Basis Data merupakan kumpulan program aplikasi yang dipergunakan untuk
penyimpanan data yang terkompurisasi.
Komponen Utama
Sistem Basis Data
Berikut ini adalah 6 komponen penyusun Sistem Basis
Data :
- Perangkat keras. Biasanya berupa perangkat computer standar, media penyimpansekunder on-line (Harddisk) dan off-line (Backup data) serta perangkat komunikasi untuk sistem jaringan. Komponen inilah yang melakukan pemrosesan dan juga untuk menyimpan basis data.
- Sistem operasi. Merupakan program yang mengaktifkan atau memfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya dalam computer dan melakukan operasi – operasi dasar dalam komputer. Contoh sistem operasi : Ms- Dos (3.0, ......6.x), Ms-Windows (3.x, 9.x, Me, NT, 2000, Xp), Unix, Linux.
- Basis data. Setiap basis data berisi sejumlah objek basis data (file, tabel, dll) dan juga mengandung atau menyimpan definisi struktur.
- Sistem pengelola basis data (DBMS). Pengelolaan basis data secara fisik ditangani oleh sebuah perangkat lunak (sistem) yang khusus (DBMS) yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali disamping itujuga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, keakuratan dan konsistensi data, dsb. Contoh DBMS : Foxbase, dBase III+, dBase IV, Ms Access, Borland Paradox, Oracle, sybase, dsb.
- Pemakai (Programmer, User Mahir, User Umum, User Khusus). Pemakai dalam basis data dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem.
- Programmer
Pemakai
berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML)
yang disertakan dalam program yang ditulis dengan dalam bahasa pemrograman
Induk. Contoh : C, pascal, cobol, dll
b. PemakaiMahir (Casual User)
Berinteraksi
dengan sistem tanpa menulis modul program dan hanya menggunakan query dengan query yang telah disediakan.
c. User Umum (End User / Naive
User)
Berinteraksi
dengan sistem basis data melalui pemanggilan suatu aplikasi permanen yang telah diprogram atau ditulis
sebelumnya.
d. User Khusus (Specialized User)
Berinteraksi
dengan menulis program basis data non konvensional untuk keperluan khusus. Contoh : Sisem Pakar, pengolahan citra, dll
6.
Aplikasi Lain
Ini bersifat opsional artinya
sangat relatif tergantung pada kebutuhan kita.
2.3
Abstraksi Data dan Bagian-Bagian Penyusunnya
Sistem basis data biasanya
menyembunyikan detil tentang bagaimana data disimpan dan diperlihara. Oleh
karena itu, seringkali data yang terlihat oleh pemakai sebenarnya berbeda
dengan yang tersimpan secara fisik.
Abstraksi data merupakan
tingkatan-tingkatan pengguna dalam memandang bagaimana sebenarnya data diolah
dalam sebuah sistem database sehingga menyerupai kondisi yang sebenarnya
dihadapi oleh pengguna sehari-hari. Bisa dikatakan abstraksi data merupakan level dalam bagaimana melihat data dalam
sebuah sistem basis data.
Salah satu tujuan
DBMS adalah untuk menyediakan fasilitas antar muka atau interface dalam
melihat data kepada pemakai. Sehingga sistem tersebutmenyembunyikan detail
tentang bagaimana data tersebut di simpan dandipelihara. Sehingga sering kali
data terlihat oleh pemakai sebenarnyaberbeda, jadi abstraksi terbagi menjadi 3
level atau tingkatan.
Ø Bagian-Bagian Penyusun
Abstraksi Data
Abstraksi data dalam DBMS dibagi
menjadi 3 tingkat, yaitu :
1.
Tingkat
Fisik (Physical Level)
Lapis fisik merupakan lapis terendah pada abstraksi data.
2.
Tingkat
Konseptual (Conceptual Level)
Lapis konseptual lebih tinggi dari lapis
fisik.
3.
Tingkat
Pandangan (View Level)
Lapis pandangan merupakan lapis
tertinggi pada abstraksi data.
Ø Hubungan Antar
Bagian-Bagian Penyusun Abstraksi Data
1.
Level
Fisik (Physical Level)
Lapis fisik merupakan lapis terendah, lapis ini
menjelaskan bagaimana (how) data
sesungguhnya disimpan. Pada lapis inilah struktur data dijabarkan secara rinci.
2.
Level
Logik / Konseptual (Conceptual Level)
Lapis ini menjabarkan data apa (what) saja yang
sesungguhnya disimpan pada basis
data,
dan juga menjabarkan hubungan-hubungan antar
data
secara keseluruhan. Seorang pengguna dalam level ini dapat mengetahui bahwa
data mahasiswa disimpan pada tabel mahasiswa, tabel krs, tabel transkrip dan
lain sebagainya. Level ini biasa dipakai oleh DBA.
3.
Level
Penampakan/pandangan (View Level)
Pada lapis ini pengguna hanya mengenal struktur data
yang sederhana, yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Data yang dikenal
oleh masing-masing pengguna bisa berbeda-beda dan barangkali hanya mencakup
sebagian dari basis data. Misalnya: Bagian keuangan hanya membutuhkan data
keuangan, jadi yang digambarkan hanya pandangan terhadap data keuangan saja,
begitu juga dengan bagian akuntansi, hanya membutuhkan data akuntansi saja.
Jadi tidak semua pengguna database membutuhkan seluruh informasi yang terdapat dalam
database tersebut.
2.4
Manfaat Sistem Basis Data
1.
Mengurangi redundansi
Data yang sama pada beberapa aplikasi cukup disimpan
sekali saja.
2.
Menghindarkan inkonsistensi
Karena redundansi berkurang, sehingga umumnya update
hanya sekali saja.
3.
Terpeliharanya integritas data
Data tersimpan secara akurat.
4.
Data dapat dipakai bersama-sama
Data yang sama dapat diakses oleh beberapa user pada
saat bersamaan.
5.
Memudahkan penerapan standarisasi
Menyangkut keseragaman penyajian data.
6.
Jaminan security
Data hanya dapat diakses oleh yang berhak.
7.
Menyeimbangkan kebutuhan



0 komentar:
Posting Komentar